Hikmah Shalat Tahajud

Di antara ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah shalat malam (Tahajud). Rasulullah mengerjakannya hingga kedua telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Tahajud merupakan ibadah yang disyariatkan sebagai rahmat, tambahan kebaikan, dan keutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).

Shalat Tahajud menjadi jalan hidup dan amalan rutin bagi orangorang saleh (HR Tirmidzi); orangorang besar (takwa) (QS AdzDzariyat [51]: 17-18); ‘Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); dan menjadi salah satu ciri orang-orang yang memiliki kesem purnaan iman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).

Selain menjadi sumber energi keimanan, shalat Tahajud memiliki banyak manfaat yang dapat dirasa kan secara langsung oleh orang orang yang melaksanakannya. Read the rest of this entry »

Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.

Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor,” ujarnya.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses. Read the rest of this entry »

Masjid Sultan Riau Dibangun dengan Putih Telur?

KOMPAS.com — Sebagai umat yang taat, sejumlah cara dapat dilakukan untuk mengagungkan Kebesaran Sang Pencipta, termasuk di antaranya mendirikan tempat ibadah yang seindah mungkin. Sebut saja, masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok yang kesohor atau Masjid Al Akbar di Surabaya.  Read the rest of this entry »

Masjid Muhammad Cheng Ho

Masjid Muhammad Cheng Ho yang lebih populer disebut dengan nama masjid
Cheng Ho merupakan masjid yang memiliki keunikan tersendiri karena
bentuk masjidnya berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya. Masjid ini
dibangun dengan perpaduan unsur budaya China, budaya Islam dan budaya
Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho asal China
yang beragama Islam ketika berdagang, menjalin persahabatan dan
berdakwah agama Islam di tanah Jawa. Bentuk masjid Cheng Ho mirip dengan
kelenteng (tempat ibadah agama Tri Dharma) yang warnanya banyak di
dominasi oleh warna merah yang mencerminkan unsur budaya dari China.

Lokasi Masjid Cheng Ho berada di belakang Rumah Sakit Adi Husada dan
untuk menuju ke lokasi masjid Cheng Ho melalui jalan Taman Kusuma Bangsa
yang letaknya didepan HI-TECH Mall.

Masjid Cheng Ho memiliki daya tampung sekitar 200 jama'ah dan berdiri
diatas lahan seluas 21 x 11 meter persegi, sedangkan luas bangunannya
seluas 11 x 9 meter persegi.

<img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/cityguide/images/surabaya/thumb/5543317635696a.jpg" alt="masjid" />

Masjid Agung , Palembang

Mesjid Agung Palembang adalah pusat peribadatan masyarakat Palembang yang mayoritas menganut agama Islam. Selain itu mesjid ini merupakan wisata sejarah yang merupakan peninggalan kesultanan Palembang. Di bangun pada tahun 1.748 oleh Sultan Susuhunan Abdurahman.

Bangunan Masjid Agung Palembang berukuran 30 x 36 m dengan bentuk empat Persegi. Keempat sisi bangunan ini terdapat empat penampilan yang berfungsi sebagai pintu masuk, kecuali dibagian barat yang merupakan mihrab. Atapnya tiga tingkat dengan ujungnya berbentuk kelopak bunga.

Arsitektur Mesjid ini  perpaduan barat dan timur. Setiap bagian ujung bawah atap tengah mencuat keluar menengadah ke atas, mirip dengan arsitektur pagoda bangunan China. Mesjid ini memiliki serambi ( teras depan) dengan arsitektur klasik Yunani-Dorik seperti yang terdapat di depan kuil Yunani, tetapi dengan hiasan kaligrafi arab tentunya.

Masjid ini memiliki  3 arsitektur yakni Indonesia, China dan Eropa. Bentuk arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk di gedung baru masjid yang besar dan tinggi. Sedangkan arsitektur China dilihat dari masjid utama yang atapnya seperti kelenteng. Masjid ini dulunya adalah masjid terbesar di Indonesia selama beberapa tahun. Bentuk masjid yang ada sekarang adalah hasil renovasi tahun 2000 dan selesai tahun 2003. Megawati Soekarnoputri adalah orang yang meresmikan masjid raksasa Sumatera Selatan modern ini.

Th 1753 menara pertama dibangun pada bagian kiri masjid yang mengarah ke Selatan dengan ukuran tinggi 30 meter dan garis tengah tiga meter. Selanjutnya, tahun 1897 dibawah kepemimpinan Pangeran Penghulu masjid diperluas. Perluasan juga dilakukan kembali di tahun 1930 oleh Hopa Penghulu Ki Agus Nang Toyib dan kawan-kawan.

Pada 2 Januari 1970, menara kedua dibangun. Menara berbentuk persegi 12 dengan ketinggian 45 meter. Bangunan dibiayai oleh Pertamina dan diresmikan tanggal 1 Februari 1971. Perubahan penyebutan Masjid Sulton menjadi Masjid Agung Palembang terjadi saat berakhirnya kesultanan Palembang Darussalam pada 7 Oktober 1823.

Masjid ini didirikan pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikrama. Saat ini, Masjid Agung Palembang telah menjadi Masjid regional di kawasan ASEAN. Terletak di kawasan 19 Ilir, dimana merupakan salah satu Kampung Asli Palembang dan Arab yang telah lama didiami.

Setelah mengalami beberapa renovasi, mesjid ini mampu menampung 9.000 jemaah dengan ukuran mesjid 42 x 54 meter. Bila ditambah dengan kapasitas halaman mesjid, maka secara keseluruhan Mesjid Agung Palembang bisa menampung 15.000 jemaah.

 

6 Masjid Dengan Kubah Terunik

 

1 Kubah Masjid An Nurumi, Jogjakarta

Masjid ini berada  di jalan  Raya Jogjakarta-Solo di kawasan Candisari, Kalasan, Sleman, DIY .Masjid ini memiliki arsitektur cukup unik   dengan Kubah atap yang mirip dgn bangunan di Moscow, Russia. Kubahnya berbentuk aneh dan berwarna-warni. Mesjid dikenal  nama Masjid Kremlin. Ada juga yang menjuluki Masjid Permen karena kubahnya warna-warni mirip permen lolipop.
Mesjid tersebut memiliki sembilan menara berkubah dengan warna yang beraneka ragam sehingga terlihat mencolok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Masjid Bawah Tanah Tamansari, Jogjakarta

Masjid yang berada dekat dengan Sumur Gumulung ini bentuk bangunan yang cukup unik.Terdiri dari dua lantai, yang lantai pertamanya untuk jama’ah laki-laki dan lantai dua untuk perempuan. Karena bentuk bangunannnya lingkaran, setiap lantai terdapat lubang-lubang yang merupakan tempat beridirinya pemimpin sholat atau imam.Pada bagian tengah bangunan terdapat tangga untuk naik ke lantai atas. Tangga tersebut memiliki lima anak tangga, yang melambangka jumlah waktu sholat umat Islam dalam sehari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Masjid Cipari, Jawa Barat

Masjid Cipari atau di sebut juga dengan A-Syuro, adalah salah satu masjid tertua di Garut, Jawa Barat, yang hingga kini masih kokoh berdiri. Masjid ini cukup unik, karena mirip bangunan gereja. Ciri yang menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah masjid, hanyalah kubah dan menara.Masjid Cipari dibangun tahun 1895 dalam kompleks pesantren. Dan  selesai pada tahun 1934.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Masjid Menara Kudus, Jawa Tenggah

Masjid Menara Kudus atau masjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar adalah mesjid yg dibangun oleh Sunan Kudus. Keunikan yg dimiliki masjid  ini adalah menara berbentuk candi bercorak Hindu Majapahit. Bentuk arsitektur yang sangat khas untuk sebuah menara masjid itulah yang menjadikannya begitu mempesona. Keunikan lainnya mesjid ini dibangun dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Mesjid ini terletak di kabupaten Kudus, Jawa  Tengah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5Masjid Perahu, Jakarta Selatan

Masjid yg terapit oleh Apartemen Casablanca, Jakarta ini  bernama Al Munada Darrusalam.Atau  lebih dikenal sebagai masjid perahu karena di samping masjid itu terdapat bangunan beton yang menggambarkan sebuah perahu raksasa. Bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat wudhu untuk kaum muslimat, sementara untuk kaum muslimin berada pada sisi yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6  Masjid Pintu Seribu, Tanggerang

Masjid Nurul Yakin atau disebut juga dengan masjid Sewu (seribu) memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan masjid lainnya karena mesjid ini memiliki seribu pintu. Masjid seribu ini menjadi salah satu tempat paling menarik bagi wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal tapi wisatawan asing juga. Mesjid ini terletak di Kp.Bayur Tanggerang

 

 

 

 

 

Masjid Berkubah Emas, Depok

Masjid Dian Al-Mahri terletak di Jl. Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok.Sering disebut sebagai Masjid Kubah Emas karena memang kubah-kubah dari masjid ini dilapisi emas 24 karat setebal 2-3 milimeter. kubah-kubah tersebut terdiri dari satu kubah utama, dan empat kubah kecil. Bila dijumblahkan adalah lima yang berarti melambangkan rukun Islam.

Di pojok-pojok masjid berdiri pula enam menara dengan tinggi 40 meter disertai enam kubah ditasanya, ini melambangkan rukun iman.Masjid ini digadang-gadangkan sebagai masjid termegah se-Asia Tenggara melebihi masjid Istiqlal di Jakarta dikarenakan model arsitektur yang megah menyerupai masjid-masjid yang berada di timur tengah.

Masjid Kubah Emas merupakanmerupakan masjid megah yang berdiri di Kota Depok, Propinsi Jawa Barat. Ciri khas masjid ini terletak pada atap kubahnya yang terbuat dari emas 24 karat. Bangunan masjid ini mempunyai luas sekitar 8 hektar dan menempati area tanah seluas 60 hektar. Konon, karena kemegahannya, masjid ini sering disebut sebagai masjid termegah di Asia Tenggara, melebihi Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dengan nama Masjid Dian Al Mahri.

Tanggal peresmian ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1427 H. Menurut cerita yang beredar, bahan-bahan material masjid ini langsung didatangkan dari negara-negara Eropa dan Brazil, seperti emas, lampu, dan granit dari Italia, serta beberapa material lain dari Spanyol, Norwegia, dan Brazil. Pembangunannya pun dijalankan oleh tenaga professional dari luar negeri dan memakan biaya milyaran rupiah. Masjid Kubah Emas dibangun oleh seorang pengusaha asal Banten bernama Hj. Dian Djuriah Al Rasyid. Pengusaha kaya tersebut telah membeli tanah di daerah Depok sejak tahun 2006 .

Salah satu keunikan yang dapat disaksikan pengunjung masjid ini adalah kubah tengah masjid, Masjid Dian Al Mahri mempunyai kubah berjumlah lima, yakni satu kubah utama dan empat kubah kecil. Bentuk kubah utama menyerupai kubah bangunan Taj Mahal di India, kubah tersebut mempunyai diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara kubah-kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, diameter tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Seluruh kubah tersebut dilapisi emas setebal 2 hingga 3 milimeter dan dihiasi oleh mozaik kristal. Selain itu, di pojok-pojok masjid juga berdiri enam menara yang berbentuk segi enam (heksagonal) dengan tinggi sekitar 40 meter, keenam menara ini dibalut oleh batu-batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncak menara-menara ini juga terdapat kubah yang dilapisi oleh emas. Enam menara ini melambangkan jumlah rukun iman, sedangkan lima kubah melambangkan rukun Islam

 

 

Masjid Kuno Bayan Beleq di Lombok

Masjid Bayan Beleq merupakan masjid kuno  yang terletak di kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau lebih tepatnya sekitar 80 km dari Mataram, ibukota provinsi NTB. Bentuk masjid ini tidak berbeda jauh dengan rumah-rumah sekitarnya. Bentuknya yang sederhana membuatnya tidak mudah untuk dikenali dari tepi jalan.

Bangunan Masjid Bayan Beleq memiliki ukuran 9 x 9 meter. Dinding-dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu, atap masjid  berbentuk tumpang yang disusun dari bilah-bilah bambu, sedangkan fondasi lantainya terbuat dari batu-batu kali. Sementara itu, lantai masjid terbuat dari tanah liat yang telah ditutupi tikar buluh. Di sudut-sudut ruang masjid terdapat empat tiang utama penopang masjid, yang terbuat dari kayu nangka berbentuk silinder. Di dalam masjid tersebut, juga terdapat sebuah bedug dari kayu, yang digantung di tiang atap masjid. Walaupun bentuknya sederhana, namun Masjid Bayan Beleq memiliki keistimewaan tersendiri, yakni telah menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia.

Masjid Bayan Beleq berdiri pada abad ke-17, itu artinya usianya telah lebih dari 300 tahun. Kecamatan Bayan memang salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini. Di dalam masjid ini, terdapat beleq (makam besar) salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yakni Gaus Abdul Rozak. Selain itu, di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Di dalam kedua gubuk ini, terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurusi masjid ini sedari awal.

Dalam kesehariannya, Masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Namun, masjid ini akan kembali ramai pada hari besar agama Islam. Salah satunya pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad ini biasanya diadakan selama dua hari.

Di saat perayaan, Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh pengunjung. Pada perayaan Maulid Nabi ini, para pengunjung yang ingin mengikuti prosesi upacara, diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat sasak seperti dodot, sapuk, dan lainnya. Bagi wisatawan yang berasal dari luar Pulau Lombok, dapat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan kota-kota lain. Dari Kota Mataram dapat menggunakan transportasi umum menuju Kecamatan Bayan. Namun, untuk kenyamanan berwisata, disarankan bagi para wisatawan untuk menggunakan kendaraan sewaan. Selain bisa berhenti di beberapa tempat menarik yang terdapat dalam sepanjang jalan menuju Kecamatan Bayan, wisatawan juga dapat mengatur waktu kunjungan dengan lebih leluasa.

Masjid Bayan Beleq merupakan masjid kuno  yang terletak di kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau lebih tepatnya sekitar 80 km dari Mataram, ibukota provinsi NTB. Bentuk masjid ini tidak berbeda jauh dengan rumah-rumah sekitarnya. Bentuknya yang sederhana membuatnya tidak mudah untuk dikenali dari tepi jalan.

Bangunan Masjid Bayan Beleq memiliki ukuran 9 x 9 meter. Dinding-dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu, atap masjid  berbentuk tumpang yang disusun dari bilah-bilah bambu, sedangkan fondasi lantainya terbuat dari batu-batu kali. Sementara itu, lantai masjid terbuat dari tanah liat yang telah ditutupi tikar buluh. Di sudut-sudut ruang masjid terdapat empat tiang utama penopang masjid, yang terbuat dari kayu nangka berbentuk silinder. Di dalam masjid tersebut, juga terdapat sebuah bedug dari kayu, yang digantung di tiang atap masjid. Walaupun bentuknya sederhana, namun Masjid Bayan Beleq memiliki keistimewaan tersendiri, yakni telah menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia.

Masjid Bayan Beleq berdiri pada abad ke-17, itu artinya usianya telah lebih dari 300 tahun. Kecamatan Bayan memang salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini. Di dalam masjid ini, terdapat beleq (makam besar) salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yakni Gaus Abdul Rozak. Selain itu, di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Di dalam kedua gubuk ini, terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurusi masjid ini sedari awal.

Dalam kesehariannya, Masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Namun, masjid ini akan kembali ramai pada hari besar agama Islam. Salah satunya pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad ini biasanya diadakan selama dua hari.

Di saat perayaan, Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh pengunjung. Pada perayaan Maulid Nabi ini, para pengunjung yang ingin mengikuti prosesi upacara, diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat sasak seperti dodot, sapuk, dan lainnya. Bagi wisatawan yang berasal dari luar Pulau Lombok, dapat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan kota-kota lain. Dari Kota Mataram dapat menggunakan transportasi umum menuju Kecamatan Bayan. Namun, untuk kenyamanan berwisata, disarankan bagi para wisatawan untuk menggunakan kendaraan sewaan. Selain bisa berhenti di beberapa tempat menarik yang terdapat dalam sepanjang jalan menuju Kecamatan Bayan, wisatawan juga dapat mengatur waktu kunjungan dengan lebih leluasa.

Masjid – Masjid Berkubah Emas

1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei  

Masjid yang  didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini mempunyai 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunannya  terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih.

Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina

Masjid Qubbah As Sakhrah atau disebut jg dengan  Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M.
Masjid ini dulu sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.

 

 

 

 

 

 

 

3. Masjid Sultan Singapura

Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.Masjid Sultan di sekitar Arab Street adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak

Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada Th 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.

 

 

 

5. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagaisalah satu bangunan terindah di dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia

Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.

Halaman dalam masjid ini berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Keindahan Arsitektur Masjid Masjid Tua Di Mesir

1. Masjid Ibn Toulun

Ini merupaka masjid ke tiga yang dibangun  setelah Masjid Amr bin Ash dan masjid Askar. Salah satu masjid tertua di Mesir ini adalah satu-satunya bangunan masjid yang masih dalam bentuk aslinya. Peletakan batu pertama masjid ini pada tahun 876 Masehi kemudian selesai dibangun pada tahun 879 Masehi, oleh Gubernur Abbassid Mesir Ahmad Ibn Toulun. Masjid ini dibangun di atas sebuah bukit kecil yang dinamakan jabal Yashkur, konon di bukit inilah bahtera Nabi Nuh  sempat berhenti. Walaupun kisah ini masih banyak diragukan kebenarannya namun orang-orang banyak yang mempercayainya kisah ini pula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Masjid Al-Azhar

Masjid ini di dirikan pada tahun  970 Masehi pada masa kekhalifahan Fatimiyah merupakan masjid pertama di kota Kairo. Gami’ Al-Azhar dalam bahasa Arab berarti memiliki arti masjid paling megah, nama itu diasumsikan pula  pada gelar putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra (yang bersinar). Al-Azhar merupakan institusi terkemuka di dunia bidang teologi Sunni dan syariah. Universitas terintegrasi ke dalam masjid ini sebagai bagian dari sekolah masjid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Masjid Sultan Hasan

Masjid Sultan Hasan  yang mempunyai  arsitektur menawan ini terletak di belakang benteng Qaitbay (Qaitbay Citadel). Walaupun usianya sudah ratusan tahun namun bangunan ini memiliki kekokohan, kekokohan  bangunan terlihat sangat jelas. Dahulu bangunan masjid ini berfungsi juga sebagai madrasah (sekolah).

 

 

4.  Masjid Sultan Al-Ghuri

Masjid ini berada dalam lingkup  kawasan yang sama dengan Masjid Al-Azhar, hanya berjarak sekitar 500 meter. Bangunan masjid ini  memang tidak terlalu terlihat dan tidak terlalu besar seperti masjid-masjid yang lain tetapi keindahan interior masjid mampu membuat kita berdecak kagum. Masjid ini juga berada di area perdagangan tekstil yang cukup ramai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.  Masjid Muhammad Ali Pasha

Masjid Muhammad Ali Pasha ini bergaya arsitektur Turki ini berada di dalam Qaitbay Citadel. Masjid ini Dibangun antara tahun 1830 sampai dengan 1848 Masehi. Arsiteknya adalah Yusuf Bushnak dari Istanbul, Turki. Bangunan masjid ini  yang menjulang terlihat sangat indah karena letaknya yang berada di ketinggian.

 

 

Page 1 of 212»