Masjid Agung , Palembang

Mesjid Agung Palembang adalah pusat peribadatan masyarakat Palembang yang mayoritas menganut agama Islam. Selain itu mesjid ini merupakan wisata sejarah yang merupakan peninggalan kesultanan Palembang. Di bangun pada tahun 1.748 oleh Sultan Susuhunan Abdurahman.

Bangunan Masjid Agung Palembang berukuran 30 x 36 m dengan bentuk empat Persegi. Keempat sisi bangunan ini terdapat empat penampilan yang berfungsi sebagai pintu masuk, kecuali dibagian barat yang merupakan mihrab. Atapnya tiga tingkat dengan ujungnya berbentuk kelopak bunga.

Arsitektur Mesjid ini  perpaduan barat dan timur. Setiap bagian ujung bawah atap tengah mencuat keluar menengadah ke atas, mirip dengan arsitektur pagoda bangunan China. Mesjid ini memiliki serambi ( teras depan) dengan arsitektur klasik Yunani-Dorik seperti yang terdapat di depan kuil Yunani, tetapi dengan hiasan kaligrafi arab tentunya.

Masjid ini memiliki  3 arsitektur yakni Indonesia, China dan Eropa. Bentuk arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk di gedung baru masjid yang besar dan tinggi. Sedangkan arsitektur China dilihat dari masjid utama yang atapnya seperti kelenteng. Masjid ini dulunya adalah masjid terbesar di Indonesia selama beberapa tahun. Bentuk masjid yang ada sekarang adalah hasil renovasi tahun 2000 dan selesai tahun 2003. Megawati Soekarnoputri adalah orang yang meresmikan masjid raksasa Sumatera Selatan modern ini.

Th 1753 menara pertama dibangun pada bagian kiri masjid yang mengarah ke Selatan dengan ukuran tinggi 30 meter dan garis tengah tiga meter. Selanjutnya, tahun 1897 dibawah kepemimpinan Pangeran Penghulu masjid diperluas. Perluasan juga dilakukan kembali di tahun 1930 oleh Hopa Penghulu Ki Agus Nang Toyib dan kawan-kawan.

Pada 2 Januari 1970, menara kedua dibangun. Menara berbentuk persegi 12 dengan ketinggian 45 meter. Bangunan dibiayai oleh Pertamina dan diresmikan tanggal 1 Februari 1971. Perubahan penyebutan Masjid Sulton menjadi Masjid Agung Palembang terjadi saat berakhirnya kesultanan Palembang Darussalam pada 7 Oktober 1823.

Masjid ini didirikan pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikrama. Saat ini, Masjid Agung Palembang telah menjadi Masjid regional di kawasan ASEAN. Terletak di kawasan 19 Ilir, dimana merupakan salah satu Kampung Asli Palembang dan Arab yang telah lama didiami.

Setelah mengalami beberapa renovasi, mesjid ini mampu menampung 9.000 jemaah dengan ukuran mesjid 42 x 54 meter. Bila ditambah dengan kapasitas halaman mesjid, maka secara keseluruhan Mesjid Agung Palembang bisa menampung 15.000 jemaah.

 

Leave a Reply